Catatan Reza V. Maspaitella, Maluku Tabaos Jelang Hari Laut Sedunia : Mari Bersolidaritas Bersama Bangun Maluku

by -164 Views

Maluku adalah provinsi dengan potensi kekayaan laut yang melimpah. Kekayaan laut Maluku jelas terlihat dari potensi perikanan yang diestimasi sebesar 1.72 juta ton per tahun, dan merupakan 26,4 persen potensi perikanan nasional. Keindahan pantai dan alam bawah laut Maluku juga memiliki potensi pariwisata bahari yang sangat besar.

Ambon,moluccastimes.id-Maluku adalah provinsi dengan potensi kekayaan laut yang melimpah. Kekayaan laut Maluku jelas terlihat dari potensi perikanan yang diestimasi sebesar 1.72 juta ton per tahun, dan merupakan 26,4 persen potensi perikanan nasional. Keindahan pantai dan alam bawah laut Maluku juga memiliki potensi pariwisata bahari yang sangat besar.

Selain itu, laut Maluku menyimpan berbagai macam mineral, minyak dan gas dalam jumlah yang sangat besar. Disisi lain secara geopolitik Maluku berada dalam jalur perdagangan maritim dunia antara negara-negara di Pacific Rim. Sehingga jika dioptimalisasikan dengan baik berpotensi untuk mendukung perekonomian Maluku.

Namun mirisnya ditengah sumber daya laut yang begitu kaya dan posisi yang strategis di jalur perdagangan dunia justru Provinsi Maluku hari ini masih jauh dari cita-cita dan tujuan negara Indonesia merdeka. Kemiskinan dan ketertinggalan di Maluku dari periode ke periode terus terjadi dan belum terdapat perubahan yang signifikan dirasakan bagi masyarakat Maluku. Seperti, tingginya pengangguran dan kemiskinan, tingginya stunting dan berbagai ketertinggalan baik pada aspek  pendidikan, ekonomi, sosial,SDM, kesehatan dan masih banyak ketertinggalan lainya, padahal sumber daya alamnya terus dieksploitasi secara masif dari tahun ke tahun.

Maluku masuk dalam daerah tertinggal bedasarkan Peraturan Presiden Peraturan No 63 Tahun 2020 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020- 2024. Adapun salah satu Indikator  adalah sumber daya manusia yang masih minim dan dalam berbagai pendekatan pembangunan yang belum mampu  memperhatikan potensi wilayah dan rentan kendali serta sarana prasarana yang masih minim padahal Maluku merupakan provinsi yang kaya akan sumber daya alam baik laut maupun darat dan setiap tahunya berkontribusi pada pembangunan negara secara Nasional Maupun Internasional.

Menyikapi persoalan ketertinggalan yang terjadi maka dipandang perlu adanya konsesus secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat Maluku baik elit, Politisi, praktisi, akademisi, pelaku usaha, Musisi, Artis LSM, Ormas pemuda, mahasiswa maupun masyarakat akar rumput dan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk terlibat aktif dalam merespon dan mengawal cita-cita mulia yakni mendorong percepatan pembangunan laut Maluku.

Adapun agenda Maluku Tabaos ini, dengan sengaja bertepatan dengan hari Laut sedunia ,sebagai bahan refleksi perjalanan Maluku  untuk membangkitkan kembali komitmen pembangunan Nasional yang berdasarkan karakteristik bangsa Bahari  dan mewujutkan Visi Bangsa Indonesia yakni pembangunan Maritim di tahun 2045 yang telah dicanangkan yaitu “Indonesia sebagai Pusat Peradaban Maritim Dunia,” dan Misi pembangunan kemaritiman Indonesia yaitu “Menyelenggarakan Pembangunan Nasional Berbasis Kemaritim”. Agar dapat mengeluarkan masyarakat Maluku dari ketertinggalan.

Adapun TABAOS yang dalam tradisi , adat istiadat adalah seruan pesan penting bagi masyarakat Maluku. Konsep ini juga sebagai sikap bersama yang akan diselengarakan menyongsong hari Laut Sedunia  pada Tanggal 08 Juni 2024.

“Mari kalesang Maluku, kalau bukan katong sapa lai? kalau bukan sekarang kapan lai?” (MT-01)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *