KKBPK 2023, Galang Kolaborasi & Sinergitas Stakeholder Turunkan Stunting Di Kota Ambon

by -100 Views

Ambon,moluccastimes.com-Dalam upaya meningkatkan sinergitas dan kolaborasi pencapaian program Bangga Kencana dan percepatan penurunan Stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (PPKB) Kota Ambon menggelar Rapat Pengendalian Program Kependudukan KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2023.

“Kegiatan rapat hari ini adalah untuk menggalang kekuatan bersama para mitra DPPKB bagaimana  berkolabrasi dan sinergi dalam upaya menurunkan angka Stunting di Kota Ambon. Sebab masalah Stunting tidak ansi milik DPPKB tetapi semua stakeholder terkait,” demikian Kepala Dinas PPKB Kota Ambon, Ir. J.W Patty, M.Si, disela kegiatan, Rabu 01/03/2023.

Dijelaskan, tahun 2022 lalu angka Stunting di Kota Ambon sebesar 21,1%.

“Target 2024 akan berada dibawah 14%  yaitu targetnya 11%. Mudah-mudahan tahun 2023 ini Kota Ambon targetnya bisa ada di 16% karena kemarin kita sudah turun beberapa poin. Angka-angka tersebut akan bergeser menurun terus jika ada kolaborasi serta sinergi dari seluruh stakeholder yang memiliki rasa kepedulian serta perhatian,” ungkap wanita smart itu.

Patty menyebutkan, dengan adanya MoU Kepala BKKBN Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota maka upaya penurunan Stunting juga harus melibatkan TNI Polri.

“Hal ini dinyatakan dengan keterlibatan Bhabnkamtimas serta Babinsa di Desa Kelurahan  mengajak para ibu yang memiliki bayi untuk datang ke Posyandu. Sehingga D/S nya bisa rendah artinya jumlah bayi disuatu daerah harus sama dengan bayi yang datang ke Posyandu untuk ditimbang, bukan sebaliknya. D/S adalah indikator yang menggambarkan tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan di Posyandu,” jelasnya.

Dinas PPKB juga berkolaborasi dengan TP PKK Kota Ambon serta Dinas Kesehatan.

“Ada tiga hal yang menjadi perhatian yaitu temui, lapor dan tindak. Beberapa waktu lalu Ketua TP PKK Kota Ambon bersama Dinas Kesehatan  juga melakukan kunjungan ke Posyandu di seluruh kecamatan, untuk mengedukasi serta menggerakkan masyarakat yang memiliki bayi untuk selalu membawa bayinya ke Posyandu. Masyarakat yang mengetahui ada bayi belum pernah datang ke Posyandu juga dapat melapor kepada Bhabhinkamtimas atau Babinsa untuk ditindaklanjuti,” paparnya.

Kolaborasi seperti ini sangat penting demi menurunkan angka Stunting khususnya di Kota Ambon.

Sementara itu, salah satu nara sumber, Kepala BKKBN Provinsi Maluku, Sarles Brabar, SE, M.Si memberikan apresiasi kepada Dinas PPKB Kota Ambon karena memberikan kesempatan untuk menyampaikan sosialisasi percepatan penanganan Stunting.

“Kegiatan ini sangat baik dilakukan karean kita harus banyak bicara dengan aksi serta implementasi yang luar biasa,” akunya.

Brabar berharap tahun 2023, Kota Ambon dapat menurunkan angka Stunting sesuai dengan target.

“Setiap tahun angka Stunting di Kota Ambon turun, artinya kolaborasi dan sinergitas semakin baik. Ini harus menjadi contoh bagi kabupaten lainnya.  Stunting di Provinsi Maluku masih sebesar 26,1%. Kita memiliki target tahun 2024 ada penurunan hingga menjadi  20%. Karena itu butuh kerjasama dari Kabupaten Kota yang ada,” jelasnya.

Dirinya berharap dengan kolaborasi dan sinergitas yang digalang secara simultan bersama OPD terkait, maka target Stunting dapat tercapai secara nasional sebesar 14% di tahun 2024.

Rapat dibuka oleh Sekertaris Kota Ambon, Drs. Agus Ririmasse, AP, M.Si dengan nara sumber Kepala BKKBN Provinsi Maluku, Sarles Brabar, SE, M.Si; Kepala Bappeda Litbang Kota Ambon, Ir. E.R Matitaputty, M.Tech; Kepala Dinas DP3AMD Kota Ambon, M. Lekatompessy, S.STP, M.Si; Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Drg. Wendy Pelupessy, M.Kes. 

Dan diikuti Kepala Desa/Raja/Lurah serta Kader Posyandu dan TP PKK Kota Ambon. (MT-01)