Literasi Keuangan Syariah Hilangkan Skeptisme & Apatisme Masyarakat

by -22 Views

“Sehingga tingginya literasi keuangan syariah dapat diimbangi dengan akses yang memadai, guna menghilangkan skeptisisme dan apatisme di masyarakat,” tandasnya.

Jakarta,moluccastimes.id-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku berkomitmen meningkatkan akses dan inklusi keuangan syariah di masyarakat melalui berbagai program strategis yang melibatkan para pemangku kepentingan.

Demikian Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam acara puncak Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2025 yang berlangsung di Kantor OJK, Jakarta, Rabu 25/03/2025.

“Peningkatan inklusi keuangan syariah merupakan tantangan besar, mengingat hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 menunjukkan tingkat inklusi keuangan syariah baru mencapai 12,88 persen, sementara tingkat literasi keuangan syariah mencapai 39,11 persen,” akunya.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya meminta Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan stakeholder terkait untuk menjadikan ini sebagai tantangan bersama.

“Sehingga tingginya literasi keuangan syariah dapat diimbangi dengan akses yang memadai, guna menghilangkan skeptisisme dan apatisme di masyarakat,” tandasnya.

Mahendra juga menyoroti dua tantangan utama dalam industri keuangan syariah, yakni terbatasnya pengembangan produk keuangan syariah dan kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di sektor ini.

“Untuk mengatasi tantangan tersebut, OJK telah menerbitkan sembilan regulasi dalam dua tahun terakhir, mencakup berbagai aspek kelembagaan, tata kelola, dan layanan digital bagi industri keuangan syariah.,” bebernya.

Selain regulasi, OJK juga mencatat peningkatan signifikan dalam industri jasa keuangan syariah. Per Januari 2025, total aset industri keuangan syariah tumbuh 10,35 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp2.860,1 triliun. Adapun rinciannya adalah:

Total aset perbankan syariah: Rp948,2 triliun; Pasar modal syariah: Rp1.740,2 triliun; Lembaga keuangan non-bank syariah: Rp171,7 triliun

“Sebagai bagian dari upaya peningkatan inklusi keuangan syariah, OJK menggelar GERAK Syariah 2025, sebuah program nasional yang berhasil menjangkau 6,35 juta peserta dalam berbagai kegiatan edukasi keuangan syariah,” tandasnya.

Disisi lain, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan pentingnya inovasi dalam produk dan layanan keuangan syariah agar semakin banyak masyarakat yang dapat mengaksesnya.

“Kita harus bersama mencari cara untuk menjangkau masyarakat yang hanya ingin layanan syariah tetapi masih mengalami keterbatasan akses,” ujar Friderica.(MT-01)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *