Rayakan Natal Dalam Bingkai Hidup Orang Saudara

by -132 Views



 Paud
Yayasan Kasih Mandiri Keuskupan Amboina Gelar Natal Bersama Oramg Tua dan Anak


Ambon,Mollucastimes.Com– Guna mewujudkan
kebersamaan dalam Perayaan Natal bagi Umat Kristiani di Maluku,
Yayasan Kasih Mandiri Keuskupan Amboina melakukan ibadah Perayaan Natal bersama
dengan Para Orang Tua dan Anak-Anak Paud Yayasan Kasih Mandiri
di Gereja Bethel Mardika Ambon, Rabu, (14/12/2016) 
Dalam Refleksi
Firman dalam injil Lukas pasal 2 ayat 8 sampai 12 tentang kelahiran Tuhan Yesus
yang dibawakan oleh Pdt Natahlia Sinay menegaskan pemaknaan bacaan Alkibat yang
terambil dari Injil Lukas 2:14-18 dalam perayaan Natal Paud Yayasan Kasih
Mandiri mempunyai dua pesan moral sebagai umat Kristen yang ada di Maluku yakni
mengenai pemaknaan Kelahiran Tuhan Yesus dalam Hidup Orang Kristen, Kelahiran
Tuhan Yesus sebagai wujud bagi sesama yang berkekurangan. 
“Sebagai
anak-anak maupun orang tua yang ada di Paud Yayasan Kasih Mandiri hendaknya
meneladani Tuhan Yesus sebagai Jurus Selamat Manusia yang terlahir dengan
kehidupan yang sederhana, para Orang Tua dan anak-anak Paud yayasan kasih
mandiri hendaknya bisa berbagi dan saling menolong sesama yang berkekurangan
sebagai perwujudan kehidupan orang bersaudara,”ungkap Sinay 

Ketua Yayasan Kasih
Mandiri Keuskupan Amboina Suster Brigitin.R. Balubun, SR.M kepada Wartawan saat
di temui dalam perayaan Natal Paud Kasih Mandiri menjelaskan, Yayasan
Kasih Mandiri merupakan sebuah yayasan yang dibangun atas dasar kerja sama Keuskupan
Amboina dengan Kedutaan Filandian dan Kedutaan Suriname yang mana melaui
program peningkatan pendidikan dan pengembangan pengetahuan anak kecil yang ada
di Maluku. 
“Peningkatan Mutu dan Kulaitas yang dibangun oleh Paud Yayasan
Kasih Mandiri Yakni mengajarkan kepada anak-anak kecil yang ada di Maluku
mengenai pengetahuan Bahasa asing maupun bahasa lokal orang maluku sebagai
sebuah komunikasi yang perlu diolerstarikan oleh anak kecil segaba genererasi
penerus di Maluku,” jelasnya

Brigithin menambahkan proses penerarapn
Kurikulum yang di pakai pada Paud Yayasan Kasih Mandiri yaitu kurikulum hidup
orang basudara sebagai wujud kebersamaan di kalangan anak-anak maupun orang Tua
Paud Yayasan Kasih Mandiri.
“Penerapan kurikulum orang basudara di Paud
Yayasan Kasih Mandiri sebgai sebuah Implementasi kehidupan orang basudara yang
ada di Maluku tapan membeda-bedakan suku dan agama dari anak-anak maupun orang
tua yang ada di Paud Yayasan kasih Madiri,” pungkasnya

Brighitin juga
mengajak semua masyarakat terlebih khusus bagi kalangan perempuan di Maluku
untuk dapat membantu Pemerintah Provinsi Maluku dalam menciptakan suasana yang
aman dan damai dalam menyongsong perayaan Natal yang akan dilakukan oleh Umat
Kristiani di Maluku di Tahun 2016. 
“Selaku Ketua Yayasan Kasih Mandiri
Keuskupan Amboina dan Juga Ketua Pemerhati Perempuan Maluku, saya mau mengajak
kepada semua perempuan yang ada di Maluku Marilah kita memaknai perayaan
Natal yang akan dilakukan oleh umat Kristiani yang ada di Maluku, Perempuan
Maluku hendaknya meneladani sifat seorang Perawan Maria yang mampu menjadi
contoh dan teladan ditengah-tengah keluarga, masyarakat, bangasa dan negara,”
harap Brigithin.(MT-10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *