Sejarah GPM Rehoboth Dalam Bingkai Pemekaran & Pelembagaan 2023

by -478 Views

Ambon,moluccastimes.com-Sejarah jemaat Rehoboth klasis pulau Ambon bertumbuh dalam lingkup Gereja Protestan Maluku (GPM), sekitar abad ke-XVII disekitar benteng Niew Victoria Ambon.

Perkembangan serta  pertumbuhan jemaat yang makin pesat menuntut adanya sebuah rumah ibadat darurat, yang awalnya dinamakan Imanuel. Anggota jemaat berkebangsaan Belanda kala itu dengan sukacita menyebutnya “God Zij Met ons” (Allah Bersama Kita). Sering juga disebut gereja Namu Namu.

Pada tahun 1922, atas prakarsa pelayan dan jemaat dilakukan peletakan batu pertama untuk membangun gereja yang representatf diatas tanah seluas 300 M2. Lima tahun kemudian tepatnya 1927, Gereja ini diresmikan oleh Inlands Leraar (Pendeta Pribumi), Julis Sitaniapessy dan diberi nama Rehoboth.

Saat itu, jemaat GPM Rehoboth merupakan perhimpunan warga gereja di sekitar Batu Gantung, Kudamati, Benteng dan Tanah Lapang Kecil yang berdatangan dari berbagai negeri (kampung) sekitar Kota Ambon antara lain: Latuhalat, Seilale, Eri, Amahusu, Seri, Siwang Allang, Liliboy). 

Juga dari pulau-pulau sekitar antara lain: pulau-pulau Lease, Seram, Buru dan Kei, Aru, Tanimbar, Babar, Leti, Moa, Lakor, Kisar, Romang dan Wetar.

Mereka bermukim di Batu Gantung dalam rangka mencari pekerjaan dan atau bekerja, menjual jasa, dan mengikuti pendidikan. Dan bukan dari hasil aktivitas Pekabaran Injil semata-mata.

Perkembangan jemaat GPM Rehoboth yang signifikan dengan dinamika pelayanan yang luar biasa merupakan akumulasi jemaat yang besar dengan kompleksitas kebutuhan pelayanan, mengisyaratkan pemekaran jemaat baru merupakan sebuah kebutuhan.

Tahun 1985 dilakukan pemekaran pertama yang merupakan rekomendasi hasil persidangan jemaat GPM Rehoboth yang telah dibahas dalam sidang klasis GPM Pulau Ambon pada 1984. Juga disepakati dalam Sidang Raya ke-X DGI, Oktober 1985 serta Sidang Jemaat Khusus pada 29 Januari 1985. 10 Februari 1985, jemaat GPM Rehoboth ditetapkan dan dimekarkan menjadi empat jemaat yaitu : Jemaat GPM Nehemia di Benteng, Jemaat GPM Imanuel di OSM, Jemaat GPM Betesda di Air salobar–Taman Makmur dan Jemaat GPM Rehoboth di Batu Gantung.

Dengan rentang kendali pelayanan yang mudah terjangkau, diharapkan bahwa injil kerajaan Allah akan terus diberitakan melalui pelayanan  kasih, keadilan, kebenaran bagi semua ciptaan dengan menggunakan sumber daya pelayan dan  umat yang lebih efektif dan efisien.

Pemekaran kedua terjadi pada tahun 2002, akibat perkembangan wilayah yang makin besar terutama pembukaan jalan baru dari Farmasi, Kudamati menuju lokasi Pekan Penghijauan Konservasi Alam Nasional (PPKAN) di Gunung Nona yang diresmikan oleh Presiden Suharto pada tahun 1994.

Pemekaran ini juga melalui hasil persidangan jemaat GPM Rehoboth ke-XVII, disepakati pemekaran untuk kelompok Sinar, Kelompok Kalvari, Kelompok Getsemany dan Kelompok Christy Natalia.

Lewat gumulan iman yang sungguh, kelompok Sinar Kasih dimekarkan menjadi jemaat GPM Sinar sesuai surat keputusan Badan Pekerja Harian Sinode GPM Nomor : 115/SKEP/I/E.2/4/2022 Tanggal 7 April 2002.

Pertumbuhan jemaat GPM Rehoboth sangat signifikan serta menjadi salah satu jemaat terbesar di GPM, walaupun telah dimekarkan dua kali. Luasnya areal pelayanan dan problem keumatan ditengah sekulernya kehidupan jemaat di perkotaan, menutut pelayan dan umat bekerja keras  mengatasi berbagai macam persoalan sosial dalam jemaat. Karenanya, pilihan memekarkan jemaat ini kembali adalah sebuah jawaban atas gumulan dimaksud.

Tahun 2012, kembali dilakukan pemekaran jemaat GPM Rehoboth sesuai hasil sidang Jemaat tahun 2008. Tiga kelompok ditetapkan untuk dimekarkan yaitu Kelompok Getsemani, Kelompok Kalvari dan Kelompok Christy Natalia.

Lewat kajian yang dilakukan terhadap sumberdaya yang ada maka Kelompok Getsemani di anggap memenuhi syarat dan diputuskan untuk dimekarkan dengan empat sektor pelayanan, dengan nama Jemaat GPM Eden, sesuai surat keputusan  Badan Pekerja Harian Sinode GPM Nomor : 14/SKSK/KPA-JRH/E.2/10/2011 Tanggal 24 Oktober 2011. Dan selanjutnya MPH Sinode menetapkan pemekarannya pada tanggal 12 Ferbuari 2012.

Jemaat GPM Rehoboth masih terus mengalami pemekaran yang keempat pada 2023, mengingat dinamika pelayanan yang luar biasa, sebagai akumulasi Jemaat yang besar dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 3.019 keluarga dan jumlah Jiwa 12.479 orang.

Tantangan geografis dengan medan berbukit sementara pelayanan oleh Majelis Jemaat hanya dilakukan oleh tujuh pendeta, tentunya tidak mampu menjangkau warga jemaat di 33 Sektor dan 80 Unit Pelayanan.

Sehingga mempedomani Renstra Pelayanan Jemaat GPM 2021-2025, maka Sidang Jemaat ke-XLVIII tahun 2021 merekomendasikan pemekaran wilayah satu terdiri dari 12 sektor dan 24 unit; wilayah dua  terdiri atas 6 sektor. Dan sesuai hasil kajian, berdasarkan dinamika yang berkembang maka wilayah pemekaran satu siap untuk dimekarkan, sesuai keputusan Persidangan ke-LII Klasis Pulau Ambon 2021, dan di tetapkan di dalam sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) ke-XLII di Elat, Kei Besar Maluku Tenggara tahun 2021.

“Melalui Surat Keputusan Majelis jemaat GPM Rehoboth Nomor 06 tahun 2022, dengan Ketua Panitia, Bapak Rein Alfons dan saya sebagai Sekertaris bersama seluruh anggota panita telah bekerja keras  mempersiapkan segala sesuatu untuk prosesi disaat ini, termasuk menggumuli nama jemaat melalui seminar yaitu : Sumber Kasih,” ungkap Sekertaris Panitia, Ronald Lekransy.

Ditambahkan ayah satu putri itu., pemekaran Jemaat GPM Rehoboth dan Pelembagaan Jemaat GPM Sumber kasih saat ini akan berimplikasi kepada pelayanan secara efektif, efisien, komprehensif, dan holistis.

“Karena itu warga dan pelayan jemaat dituntut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan amanat pelayanan gereja sebagai persekutuan “Tubuh Kristus”,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth, Pdt. H Thenu berharap jemaat GPM Rehoboth terus ada dalam pertumbuhan menjadi jemaat misioner yang mandiri secara teologi, daya dan dana dalam menjawab setiap tantangan sebagai hasil perkembangan masyarakat majemuk sebuah perkotaan.. (MT-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *