“Selamat bagi kedua negeri Amakele-Lopurisa (Amalopu), semoga perjumpaan orang gandong dapat memberikan dampak yang lebih positif baik terhadap kehidupan dan keberlangsungan Amalopu maupun bagi pembangunan di Kota Ambon, Maluku Tengah serta Maluku secara umum,” ungkap Wali Kota usai Paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota Legislatif Kota Ambon, di Balai Rakyat Belakang Soya, Selasa 18/03/2025.
Ambon,moluccastimes.id-Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si mengapresiasi Panas Gandong Negeri Rumahkay-Negeri Rutong yang tengah berlangsung di Negeri Rumahkay, 18-21 Maret 2025.
“Selamat bagi kedua negeri Amakele-Lopurisa (Amalopu), semoga perjumpaan orang gandong dapat memberikan dampak yang lebih positif baik terhadap kehidupan dan keberlangsungan Amalopu maupun bagi pembangunan di Kota Ambon, Maluku Tengah serta Maluku secara umum,” ungkap Wali Kota usai Paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota Legislatif Kota Ambon, di Balai Rakyat Belakang Soya, Selasa 18/03/2025.
Menurutnya, Panas Gandong merupakan tradisi adat para leluhur untuk mengikat kebersamaan dalam bingkai orang basudara sehingga perlu dilestarikan.
Pria smart itu sangat mengapresiasi jika acara Panas Gandong maupun Panas Pela selalu dilakukan oleh negeri yang memiliki hubungan sejarah yang kental.
“Ini sejarah yang akan diingat oleh setiap generasi, bagaimana hubungan kekerabatan orang basudara dimulai dengan ikatan yang kuat. Sangat baik jika acara seperti ini terus dilakukan oleh negeri adat di Kota Ambon,” lugas ayah tiga anak itu.
Selain da adalam fungsi adat dan tradisi, lanjutnya, kegiatan Panas Gandong maupun Panas Pela juga memiliki ketertarikan tersendiri.
“Budaya dan adat seperti ini sering menjadi konsumsi para wisatawan dari luar negeri. Dengan melakukan ritual seperti demikian, maka dipastikan kunjungan wisatawan juga pasti meningkat,” kunci mantan Sekertaris DPRD Provinsi Maluku itu. (MT-01)3